PALU — Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyudin, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya di lingkup rumah tangga, tetapi juga di ruang publik dan politik.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) anggota DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, di Aula Kantor DPW PKS Sulteng, Selasa (21/04). Kundapil, dirangkaikan dengan peringatan 147 tahun Hari Kartini, serta launching buku karya Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, berjudul Politik Bernilai.
Wahyudin menyampaikan apresiasi kepada perempuan-perempuan yang telah berkontribusi besar, khususnya dalam membangun keluarga.
“Perempuan-perempuan hebat, serta para pejuang yang telah memberikan kontribusi dan dedikasi, terutama dalam hal rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peluncuran buku karya Wiwik Jumatul Rofi’ah berjudul Politik Bernilai. Menurutnya, karya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong nilai-nilai positif dalam dunia politik.
“Ini luar biasa,” katanya.
Wahyudin menilai, Sulawesi Tengah memiliki banyak perempuan hebat yang tidak hanya piawai dalam urusan rumah tangga, tetapi juga mampu berkiprah di dunia politik dan pemerintahan.
“Di berbagai wilayah, mulai dari tingkat RT dan RW, kita dapat menemukan peran aktif perempuan. Ada yang menjadi ketua RT, kepala desa, camat, bahkan hingga wali kota, wakil wali kota, bupati, wakil bupati, hingga gubernur dan wakil gubernur,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia tidak kekurangan figur untuk menjadi pemimpin dan pahlawan di zamannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dalam kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai sekadar seremoni.
“Kita berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat untuk meneladani karya-karya besar RA Kartini,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam lingkup keluarga sebagai fondasi utama pembangunan.
“Ada ungkapan hikmah yang menyebutkan bahwa perempuan atau ibu adalah madrasah pertama dan utama. Artinya, di balik karya-karya besar, terdapat peran ibu atau perempuan yang hebat,” katanya.
Wahyudin menambahkan, sejak awal berdirinya, PKS telah memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan melalui bidang perempuan dan keluarga.
“Alhamdulillah, sejak berdirinya PKS, selalu ada bidang perempuan dan keluarga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu jalan bagi kami untuk terus meningkatkan wawasan, kemampuan, dan keahlian perempuan-perempuan yang bergabung di PKS,” pungkasnya.(rifay/mal)


