PALU – Hubungannya dengan penugasan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, enam mahasiswa dari Universitas Widya Nusantara (UWN), mendatangi kantor DPTW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulteng.
Maksud kedatangan mahasiswa tersebut, untuk melakukan wawancara dengan Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin SST, tentang pandangan PKS tentang hakikat instrumentasi dan Praksis Demokrasi berlandaskan Pancasila.
Ditanya kesan bisa datang dan melakukan wawancara langsung ketua DPW PKS Sulteng, Muh Rafi Nur yang menjadi pimpinan rombongan, mengaku jauh dari bayangan. Bahkan dengan tersenyum, Rafi mengaku bahwa dia dan teman-temannya awalnya takut.
“Terus terang Pak, awalnya kami takut,”aku Rafi yang diaminkan rekan-rekannya yang lain.
Selain itu, dalam bayangan awal para mahasiswa, mereka akan berhadapan dengan pejabat partai yang berpenampilan dan gaya bicara formal. Namun ternyata prasangka itu meleset. Bahkan di luar perkiraan sama sekali. Selain Ketua DPW PKS, ikut mendampingi dan menerima kedatangan para mahasiswa, Wakil Sekretaris Alfian dan Ketua Bidang Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang berpenampilan jauh dari kesan formal.
“Kami juga bersyukur pilih PKS untuk tempat wawancara. Info dari teman lain, ada yang sudah lama surat permohonan wawancara masuk, tapi sampai sekarang belum ada respons. Apakah bisa datang wawancara atau tidak. Beda dengan PKS Pak, begitu surat kami masuk, langsung dijawab dan langsung diatur waktu pertemuannya,”aku Rafi lagi.
Begitu pun saat wawancara. Mahasiswa yang awalnya tampak tegang, pelan-pelan bisa rileks dan lebih terbuka wawancara, karena Ketua DPW PKS tidak kaku dan menjawab pertanyaan mahasiswa dengan gaya yang santai.(**)


