PALU — Momentum milad ke-24 dimanfaatkan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tengah untuk memperkuat kembali pemahaman anggota terhadap sejarah panjang perjalanan partai dakwah tersebut. Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, menegaskan pentingnya menggali histori sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran dalam melanjutkan estafet perjuangan.
Menurutnya, perjalanan PKS hingga usia 24 tahun tidak lepas dari dinamika dan kontribusi para tokoh dakwah yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan partai.
“Melalui momentum milad ini, kita mencoba menggali kembali sejarah perjalanan partai dakwah, sebagai bekal untuk memperkuat langkah ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, sejarah memiliki posisi yang sangat penting. Hal ini tercermin dari bagaimana Allah SWT memberikan pelajaran kepada Nabi Muhammad melalui kisah para nabi terdahulu. Kisah-kisah tersebut, lanjutnya, disebut sebagai pelajaran terbaik yang sarat dengan hikmah dan nilai-nilai kehidupan.
“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi sumber ibrah (pelajaran) yang sangat berharga bagi kita semua,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan milad tersebut, para anggota juga diajak untuk mendengarkan langsung kisah perjalanan dakwah dari para pelaku sejarah. Salah satunya adalah sosok yang pernah menjadi murid dari Hilmi Aminuddin, yang dikenal sebagai salah satu perintis gerakan dakwah yang kemudian berkembang menjadi PKS di Indonesia.
Melalui refleksi ini, Wahyuddin berharap seluruh anggota dapat mengenang perjalanan dakwah secara singkat, termasuk dinamika dan proses di balik layar yang jarang diketahui publik. Dari sana, diharapkan lahir kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan melanjutkan amanah dakwah.
“Sebagai generasi pelanjut, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mewariskan nilai-nilai dakwah ini kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.


