BOGOR — DPW Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah, mengutus tiga orang untuk mengikuti Training for Trainer (TFT) Kembara, yang dilaksanakan Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. Utusan Sulteng, yakni Ketua BKBN, Iwan Rifai, Ketua Barisan Putri Keadilan (Santika) Masna Syahidah dan perwakilan Bidang Kaderisasi, Kaharuddin Asahoya.
Ketua BKBN DPW PKS Sulteng, Iwan Rifai, mengatakan bahwa TFT Kembara yang digelar di Sentul, Bogor, menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan anak negeri melalui semangat kembara dan kebangsaan.
Lalu apa itu Kembara? Iwan Rifai, menjelaskan bahwa Kembara yang merupakan singkatan dari Kemah Bela Negara, adalah salahsatu program pendidikan, pelatihan fisik, dan mental bagi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kegiatan ini bertujuan memupuk kedisiplinan, solidaritas, kepedulian, dan kebugaran kader untuk menjadi pelayan masyarakat serta memperkuat struktur partai, sering kali diisi dengan latihan kebanduan, outbound, dan longmarch.
“Bahkan lebih dari itu, Kembara bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana pembentukan karakter dan penguatan persatuan,”katanya, Senin (9 Februari 2026).
Menurut Iwan, agenda TFT yang baru saja dia ikuti, tidak hanya berfokus pada transfer ilmu dan pelatihan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan nilai cinta tanah air dengan segenap jiwa dan raga. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi nasional antara pengurus PKS Bidang Kepanduan dan Bela Negara dengan Bidang Kaderisasi Anggota Partai dari seluruh Indonesia. “Ini merupakan kali pertama dua bidang tersebut berkolaborasi dalam satu agenda bersama,” ujar Iwan.
Mengutip penyampaian Ketua BKAP DPP PKS, Ustaz Cahyadi Takariawan, yang menekankan pentingnya peran strategis BKBN dan BKAP dalam menjaga arah perjuangan partai. Menurut Ustadz Cahyadi, bahwa kedua bidang tersebut bukan sekadar struktur organisasi, melainkan penjaga ruh perjuangan dan pelopor nilai-nilai dasar yang memastikan semangat pengabdian tetap menyala.
“Hasil utama dari TFT adalah pembentukan kader yang utuh. Anggota PKS harus kuat fisiknya, kokoh imannya, serta memiliki wawasan yang luas. TFT ini, diharapkan melahirkan kader pelatih yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa,”tandasnya.(**/hnf


