SIGI — Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi PKS, Abdul Rifai Arif, menegaskan bahwa Danau Lindu merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat Kabupaten Sigi.
Menurutnya, sejak dahulu Danau Lindu telah menjadi sumber penghidupan masyarakat, baik sebagai sumber pangan maupun sumber air baku terbesar yang menopang kehidupan hingga wilayah lembah.
“Danau Lindu ini adalah anugerah besar yang harus kita jaga dan manfaatkan secara optimal. Tidak hanya sebagai sumber air dan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan,” ujarnya.
Ia menilai, potensi pariwisata di kawasan Danau Lindu hingga saat ini belum dikembangkan secara maksimal. Salah satu penyebab utamanya adalah belum adanya desain atau perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi.
Legislator PKS tersebut menekankan pentingnya penyusunan dokumen perencanaan yang matang sebagai dasar pengembangan kawasan. Dengan adanya desain yang jelas, Danau Lindu diyakini mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Pengembangan pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung. Karena itu, kita butuh perencanaan yang menyeluruh,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengembangan kawasan Danau Lindu harus memperhatikan berbagai aspek penting, seperti budaya, ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan sosial. Pendekatan ini dinilai penting agar seluruh elemen dapat terlibat secara aktif.
Mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah, serta kelompok sipil, LSM, penggiat lingkungan, pemuda, dan tokoh adat, semuanya perlu memiliki peran yang jelas dalam pengembangan tersebut.
“Dari desain itu nantinya akan terlihat siapa berperan sebagai apa. Karena Lindu ini bukan hanya tentang danau, tetapi juga budaya yang hidup di dalamnya,” tambahnya.
Ia berharap, dengan perencanaan yang matang, pengembangan Danau Lindu dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Lindu serta mendorong peningkatan kesejahteraan daerah secara umum.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah, khususnya bupati, dalam mendorong pengembangan kawasan tersebut. Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan terletak pada kejelasan desain pembangunan.
“Desain ini sangat penting sebagai panduan. Walaupun secara finansial kita terbatas dan tidak bisa membangun sekaligus, dengan desain yang jelas kita bisa mengetahui tahapan pembangunan yang harus dilakukan,” pungkasnya. (Disadur dari PENASULAWESI.COM)


