Tulisan Bunda Wiwik
(Ketua Fraksi PKS DPRD Prov. Sulteng)
DI Tengah tantangan yang kian kompleks saat ini, terutama fenomena Post Truth yang kian membuat Masyarakat gampang terjerumus pada informasi sesat, maka kehadiran media mainstream kian disadari perannya dalam menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.
Mercusuar, sebagaimana yang tertulis dalam sejarah, awalnya adalah media yang Bernama Soeara Ra’jat atau Suara Rakyat. Di usia saat ini, Masyarakat masih memiliki harapan besar, di usianya yang kini telah menginjak 63 tahun, Mercuasuar masih tetap menjadi Suara Rakyat.
Hadirnya berbagai platform media sosial saat ini, makin memudahkan Masyarakat untuk mengakses ragam informasi. Sayangnya, informasi yang tersuguhkan di media sosial, sebagian besar adalah informasi yang tidak terjamin validitasnya dan kebenaran informasinya. Akhirnya, Masyarakat yang sadar literasi, mulai sadar terhadap kehadiran media mainstream.
Berbagai kemudahan dalam mengupload apapun di media sosial, termasuk berita atau informasi, sehingga semua Masyarakat bisa menjadi jurnalis dadakan. Sayangnya, karena bukan jurnalis professional, maka tentu saja mereka tidak diikat dengan aturan. Baik Kode Etik maupun hukum formal (UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers).
Olehnya itu, Mercusuar sebagai salah satu media mainstream yang hadir secara offline dan online, adalah media yang dalam penyajian beritanya, tentu berdasarkan kaidah jurnalistik. Wartawannya juga bekerja secara professional dan penuh etika, karena diawasi oleh Kode Etik dan UU Pers.
Kehadiran media yang kian kapitalis, atau lebih dominan berpikir dan bertindak secara pragmatis, juga menjadi tantangan tersendiri bagi Mercusuar di usianya saat ini. Di sisi lain harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan rakyat, tapi tentu saja dituntut untuk bisa survive agar menjadi media yang dapat menghidupi karyawannya.
Mercusuar telah terbukti dalam catatan Sejarah, mampu bertahan dan terus berkembang di Tengah gempuran media yang bernaung di bawah jaringan raksasa. Kini Mercusuar mendapat tantangan baru, agar tetap bisa survive di tengah merebaknya media sosial saat ini.
Selamat milad Mercusuar, tetaplah menjadi media Rakyat dan selalu professional dalam penyajian informasi dan tetaplah menjadi “Korannya Rakyat Sulteng.”


