Hadits Ke 12:
Da’i yang Solutif
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ أَصَابَتِ النَّاسَ سَنَةٌ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَبَيْنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَ الْمَالُ وَجَاعَ الْعِيَالُ، فَادْعُ اللَّهَ لَنَا. فَرَفَعَ يَدَيْهِ، وَمَا نَرَى فِي السَّمَاءِ قَزَعَةً، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا وَضَعَهَا حَتَّى ثَارَ السَّحَابُ أَمْثَالَ الْجِبَالِ، ثُمَّ لَمْ يَنْزِلْ عَنْ مِنْبَرِهِ حَتَّى رَأَيْتُ الْمَطَرَ يَتَحَادَرُ عَلَى لِحْيَتِهِ صلى الله عليه وسلم فَمُطِرْنَا يَوْمَنَا ذَلِكَ، وَمِنَ الْغَدِ، وَبَعْدَ الْغَدِ وَالَّذِي يَلِيهِ، حَتَّى الْجُمُعَةِ الأُخْرَى، وَقَامَ ذَلِكَ الأَعْرَابِيُّ ـ أَوْ قَالَ غَيْرُهُ ـ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، تَهَدَّمَ الْبِنَاءُ وَغَرِقَ الْمَالُ، فَادْعُ اللَّهَ لَنَا. فَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَقَالَ “ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا ”. فَمَا يُشِيرُ بِيَدِهِ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ السَّحَابِ إِلاَّ انْفَرَجَتْ، وَصَارَتِ الْمَدِينَةُ مِثْلَ الْجَوْبَةِ، وَسَالَ الْوَادِي قَنَاةُ شَهْرًا، وَلَمْ يَجِئْ أَحَدٌ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلاَّ حَدَّثَ بِالْجَوْدِ.
Dari Anas bin Malik ra. berkata: Suatu ketika di masa hidup Nabi Muhammad SAW, orang-orang dilanda kekeringan. Ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyampaikan khutbah pada hari Jumat, seorang Badui berdiri dan berkata “Wahai Rasulullah SAW! Harta kami binasa dan anak-anak kelaparan; mohonlah kepada Allah (untuk menurunkan hujan)” Maka Nabi Muhammad SAW mengangkat kedua tangannya. Pada saat itu tidak ada setitik pun awan di langit. Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, begitu beliau menurunkan kedua tangannya, awan-awan berkumpul seperti gunung dan sebelum beliau turun dari mimbar aku melihat hujan membasahi janggut Nabi. Hujan turun pada hari itu, hari berikutnya, hari ketiga, hari keempat hingga Jumat berikutnya. Seorang Badui atau orang lain berdiri dan berkata “Wahai Rasulullah saw Rumah-rumah telah roboh, harta benda dan ternak kami telah tenggelam. Mohonlah kepada Allah (untuk melindungi kami). Maka Nabi saw mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah! Lindungi kami dan jangan binasakan kami” Maka, ke arah mana pun beliau menunjuk dengan tangannya, awan-awan berhamburan dan langit Madinah menjadi cerah seperti lubang di antara awan-awan. Lembah Qanat digenangi air selama satu bulan, tidak ada seorang pun yang datang dari luar yang tidak membicarakan tentang hujan yang melimpah. al-Bukhari 933 Muslim 897
PELAJARAN:
- Seorang Da’i hendaknya mendengarkan keluhan masyarakatnya dan berusaha mencarikan solusi sesuai kemampuan.
- Di antara fikih hadits adalah: diperbolehkannya berdialog kepada khatib selama khutbah jika memang diperlukan, kebolehnya berdiri selama khutbah, bahwa khutbah tidak terganggu oleh ucapan tidak juga oleh hujan, dan diperbolehkannya pendelagasian yang mengurus urusan kelompok.
- Keceradasan menganilis suatu masalah dengan solusi yang tepat. Ketika hujan turun deras selama sebulan yang akhirnya masyarakat Badui kembali mengeluh tentang banyaknya hujan, Nabi Muhammad saw tidak berdoa agar hujan berhenti sama sekali, namun mengalihkan hujan tersebut turun di tempat-tempat tertentu yang beliau arahkan telunjuknya, seperti lembah Qanat.
ONE DAY ONE HADISDED PKS SIGI - BPUKB PKS SULTENG
Ust Asgar Korona, Lc., MHI


