Arahan Ketua MPW Sulteng, Iswan Kurnia Hasan
Kebaikan, kenyamanan, dan kebahagiaan dunia yang ada di sekitar kita adalah cobaan, sebagaimana juga kesulitan dan penderitaan. Ada orang yang garasinya penuh mobil, kehidupannya tampak serba cukup, namun tetap saja Allah memberikan ujian. Begitulah hakikat dunia: apa pun yang Allah berikan kepada kita sejatinya hanyalah sarana untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:”Janganlah kalian mengharap bertemu dengan musuh, tapi mintalah kepada Allah keselamatan (‘afiyah). Namun jika kalian sudah berhadapan dengan mereka, maka bersabarlah.”(HR. Bukhari no. 2966, Muslim no. 1742)
Tujuan dari agenda kita pagi ini adalah memohon kepada Allah agar negeri ini senantiasa diberikan keselamatan. Namun jika musibah menimpa kita, maka bersabarlah. Para ulama menjelaskan bahwa musibah datang dari dua sisi:
1. Musibah bisa muncul akibat tindakan manusia. Karena itu, sebagai kader PKS kita diingatkan agar jangan membuat tindakan, perkataan, atau komentar yang justru mendatangkan permusuhan.
2. Musibah juga bisa merupakan takdir Allah. Dalam kondisi ini, kita tidak boleh menantang masyarakat atau menampilkan sikap yang memicu kebencian. Sebaliknya, kita harus menebar rahmat kepada semua: kepada pendemo, kepada korban, bahkan kepada mereka yang berbeda pandangan.
Allah berfirman:”Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap siagalah kamu, lalu majulah (ke medan perang) secara berkelompok atau majulah bersama-sama.”(QS. An-Nisā’ [4]: 71)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin harus hidup dengan kesiapsiagaan. Bergeraklah dengan cara yang terorganisir, terarah, dan dalam satu kesatuan yang kokoh. Seperti Rasulullah ﷺ yang menjalani hidup dengan penuh kewaspadaan terhadap perubahan lingkungan, begitu pula kita harus selalu siap menghadapi dinamika zaman.
Wahai anggota PKS, jagalah selalu persatuan. Dalam kondisi normal saja kita dituntut untuk menjaga persatuan, apalagi dalam kondisi yang tidak normal. Maka sebagai bagian yang inhern dari umat ini, tugas kita adalah mengajak bersatu dan tidak membiarkan ada pihak yang berusaha menghancurkan kesatuan bangsa.
Mari ciptakan narasi persatuan yang mengajak umat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Reduksi semua hal yang menciptakan friksi yang dapat merusak persaudaraan. Taatilah semua saluran internal yang merupakan bagian dari arahan qiyadah. Jangan bertindak berbeda dari taklimat, dan jangan sampai terlambat dalam menyimak arahan, karena perubahan lingkungan eksternal selalu dinamis.
Terakhir, sebagai kader dakwah ketika masyarakat kehilangan arah, justru kita yang harus tampil memberi arah dengan narasi yang menenangkan dan keteladanan (qudwah). Kita lahir dari masyarakat, untuk beradaptasi dan bermuamalah dengan mereka.
Semoga kita menjadi bagian dari umat yang menghadirkan narasi edukatif, kedamaian, serta menunjukkan wajah rabbani, bukan mengejar materi.


