Palu-Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muh. wahyuddin menekankan agar data saksi di pemilu kali ini harus lebih rapi. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Training For Trainer (TFT) yang dihadiri Tim Hukum dan Advokasi DPD PKS dari 13 kabupaten kota se-Sulteng.
Dalam sambutannya Wahyuddin mengatakan bahwa jangan sampai keberadaan saksi ini terabaikan. Sehingga konsolidasi seperti ini tidak hanya dilakukan sebelum pemilu melainkan tetap dilakukan setelah pemilu.
“Oleh karenanya saya mensupport agar manajemen saksi kali ini lebih baik lagi, terarsipkan, terdokumentasikan siapa-siapa saja yang menjadi saksi PKS.”ujar Wahyuddin.
Selain itu, Wahyuddin mengatakan bahwa kegiatan konsolidasi seperti ini akan terus dijalankan. Bukan hanya hari ini tapi akan berkelanjutan di daerah masing-masing. Baik berupa pelatihan-pelatihan saksi dan sebagainya kegiatan pendukung lainnya.
Wahyuddin menambahkan bahwa persoalan saksi ini bukan kali pertama dilakukan dalam kegiatan pemilu. Olehnya, tim hukum dan advokasi harusnya sudah paham mengenai seluk beluk persaksian.
“Saksi ini bukan pekerjaan yang baru kali ini kita lakukan tapi ini pekerjaan yg pasti ikut serta dalam kegiatan pemilu kita. Tinggal bagaimana kita merapikan lagi manajemennya sehingga tidak melakukan kesalahan yang pernah di pemilu sebelumnya.”kata Wahyuddin.
Kegiatan TFT Tim Hukum dan Advokasi PKS ini dilatih langsung oleh Tim Saksi Nasional DPP PKS, Rudi Wahyudi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai sabtu hingga senin, (06-08/01/2023) digelar di kantor DPTW PKS Sulawesi Tengah.


