PALU – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, SST, menegaskan bahwa setiap anak kader PKS wajib memiliki keterampilan dasar dalam pekerjaan rumah tangga, termasuk mampu mencuci piring. Menurutnya, kemampuan tersebut bukan sekadar urusan domestik, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan bekal membangun keluarga yang harmonis di masa depan.
“Anak kader PKS minimal harus bisa cuci piring. Ini menjadi pendidikan sejak dini agar ketika mereka memasuki kehidupan berumah tangga nanti, mereka terbiasa saling membantu dan berbagi peran dalam keluarga,” ujar Wahyuddin.
Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Wahyu, sapaannya saat menjadi pembicara dalam Sekolah Keluarga yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BiPeKa) DPD PKS Kota Palu, Sabtu (25/7/2026).
Dalam paparannya, Wahyuddin menekankan bahwa pola pengasuhan anak tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi. Orang tua juga harus menyediakan waktu untuk hadir, mendengarkan, dan memahami kondisi psikologis anak.
“Mendengar adalah kunci untuk bisa memahami anak. Namun dalam pengasuhan, harus ada ruang untuk saling memahami. Anak perlu memahami kesibukan orang tuanya, terlebih jika berkaitan dengan aktivitas dakwah. Sebaliknya, orang tua juga wajib memahami kebutuhan dan perasaan anak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa perhatian emosional memiliki peran yang sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik.
“Anak kita tidak hanya membutuhkan asupan materi. Memberikan ruang untuk mendengarkan mereka juga merupakan kewajiban orang tua,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Wahyuddin memberikan apresiasi kepada DPD PKS Kota Palu yang dinilainya menjadi pelopor penyelenggaraan Sekolah Keluarga di Sulawesi Tengah.
“Kita patut memberikan apresiasi karena ini yang pertama dilakukan di Sulawesi Tengah. Apresiasi sekali lagi kepada DPD PKS Kota Palu, khususnya Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga,” ujarnya.
Menurut Wahyuddin, pembangunan keluarga merupakan salah satu fokus utama PKS dalam membangun masyarakat. Baginya, keluarga adalah fondasi lahirnya generasi yang berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Karena itu, PKS secara konsisten mendorong berbagai program yang memperkuat ketahanan keluarga, mulai dari edukasi pola pengasuhan anak, pembinaan hubungan suami istri, hingga peningkatan kualitas komunikasi dalam keluarga. Melalui program-program tersebut, PKS berharap lahir keluarga-keluarga yang kokoh sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Sekolah Keluarga yang digelar BiPeKa DPD PKS Kota Palu menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut, dengan menghadirkan materi-materi yang mendorong orang tua membangun pola asuh yang seimbang, penuh kasih sayang, serta menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama sejak usia dini kepada anak-anak.(iyan)


