Dengan menggunakan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Ketentuan Penggunaan.
Accept
DPW PKS SultengDPW PKS SultengDPW PKS Sulteng
Notification Show More
Font ResizerAa
  • DPW PKS
    • SEJARAH
    • VISI MISI
  • BERITA & INFORMASI
    • KABAR SULTENG
    • FOTO BERITA
    • PRESS RELEASE
  • TOPIK PILIHAN
    • HIKMAH
    • CATATAN ANGGOTA
Reading: Catatan di Balik Final Pildun: Berjuang Bersama dalam Satu hati Yang Sama
Bagikan
Font ResizerAa
DPW PKS SultengDPW PKS Sulteng
  • DPW PKS
  • BERITA & INFORMASI
  • TOPIK PILIHAN
Search
  • Home
    • Beranda
  • Categories
    • Publikasi
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Blog Index
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
Beranda » Blog » Catatan di Balik Final Pildun: Berjuang Bersama dalam Satu hati Yang Sama
Uncategorized

Catatan di Balik Final Pildun: Berjuang Bersama dalam Satu hati Yang Sama

Diperbarui Senin, 20 Juli 2026 9:59 am
DPW PKS Sulteng
Diterbitkan Senin, 20 Juli 2026
Bagikan
Bagikan

Oleh: Iswan Kurnia Hasan, LC

Timnas Argentina ini mengajarkan arti kolektivitas. Atau dalam bahasa yang sangat kita kenal adalah amal jamai. Ada seorang pemimpin dan ada yang dipimpin. Ada qiyadah dan ada jundiyah. Jundi yang baik adalah seperti pemain Argentina. Mereka taat, menghormati dan siap berjuang sampai titik darah terakhir. Berjuang dalam satu hati yang sama sebagaimana sang Captain Lionel Messi.

Seperti istilah yang sering disampaikan, “Berjuang bersama dalam satu hati yang sama”. Bertanding untuk memberikan tropi piala dunia terakhir untuk Lionel Messi. Naka yang sering kita lihat adalah dang captain, sang qiyadah yang didahulukan. Bila akan latihan barisan baru masuk lapangan setelah Messi berada di depan. Tidak ada yang mendahului. Bila akan bertanding maka Messi yang memimpin. Barisan yang dipimpin juga siap berjuang dan berkorban untuk sang pemimpin.

Seperti barisan umat Islam yang seharusnya tidak siap perang. Hanya ingin menghadang kafilah dagang Abu Sufyan. Saat itu mereka mengatakan kepada Rasulullah, “Kami tidak akan bertindak seperti Bani Israil yang membiarkan Nabi Musa berperang sendirian. Tapi kami mengatakan kepada engkau wahai Rasulullah, “Pergilah engkau berperang, kami bersamamu dan Allah juga turut berperang.

Sang Captain sebagai qiyadah juga menunjukkan arti leadership yang sebenarnya. Mampu memimpin dengan baik, mengorganisir barisan, membawa tim sampai ke puncak perjuangan. Juga menunjukkan qudwah dengan 8 gol yang disarangkan ke jaring musuh.

Saat situasi-situasi sulit, tsiqah yang muncul antar kedua belah pihak. Antara pemimpin dan tentaranya. Antara El Capitano La Pulga dengan barisan pemain Albiceleste. Para jundi percaya ketika dunia mengatakan Argentina akan kalah melawan Mesir setelah tertinggal 0 : 2, ketika Argentina akan pulang duluan setelah tertinggal sampai menit ke 84 melawan Inggris. Mereka tsiqah kepada sang Captain. Kepada qaid. Bahwa selama berada dalam satu instruksi dan arahan, sang pemimpin akan bisa mencari jalan keluar. Sang pemimpin akan bertarung sampai peluit terakhir. Dan akhirnya dunia kemudian membuktikan. Argentina termasuk empat tim juara bertahan di piala dunia yang bisa kembali tembus final di edisi berikutnya.

Sang qiyadah, Lionel Messi juga tsiqah kepada para pemain Albiceleste. Siapapun dia, baik yang senior seperti Otamendi, Paredes, Martinez, dan Lautaro. Maupun kepada yang junior seperti Nico Paz. Messi juga sebagai qiyadah yang memberikan qudwah di saat saat sulit. Ketika tertinggal dari Inggris, Messi yang menyumbang assist. Berjuang di garis paling depan, menularkan semangat pantang menyerah kepada tim, memberikan usaha yang terbaik walaupun umur akan memasuki 40 tahun, bertahan sampai peluit terakhir. Akhirnya Argentina masuk final piala dunia.

Mungkin bagi manusia biasa di umur 39 sudah bukan lagi masa prime untuk bertanding di piala dunia. Toh semua sudah didapatkan. Dari piala di level klub sampai level negara. Sudah menjadi sang GOAT. Tapi sebagaimana para qiyadah sepanjang sejarah, termasuk Rasulullah sebagai qudwah utama. Mereka yang berada dalam taqdir kepemimpinan adalah orang-orang yang melawan kodrat alam. Umur bagi mereka hanyalah angka. Mereka ageless. Kontribusi dan kerja nyata buat umat bukan diukur dari umur yang mulai menua. Bukan dilihat dari fisik yang mulai rapuh. Bukan dari sumberdaya yang tidak memadai. Tapi dari hati dan semangat juang. Dari mental baja dan ketahanan sampai perjuangan terakhir.

Dalam perang, para sahabat menyebutkan bila pasukan Islam terdesak, Rasulullah sebagai qiyadah yang berdiri di garis terdepan melawan musuh. Melawan udzur dan semua alasan yang melemahkan. Bukan mencari alasan dan mundur dari medan tempur.

Tapi, setiap pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang. Setiap perjuangan juga ada faktor keberkahan dari Allah. Mungkin itulah yang ditunjukkan Spanyol.

Keberkahan inilah yang ditunjukkan Lamine Yamal yang teguh membawa bendera Palestina saat perayaan kemenangam Barcelona. Walaupun dikritik oleh semua pendukung penjajah Israel. Itulah yang ditunjukkan PM Spanyol yang secara terbuka mendukung apa yang dilakukan Lamine dan menarik duta besarnya dari Israel.

Keberkahan inilah yang juga ditunjukkan Lamine dengan membaca Alquran lalu berdoa sebelum laga final.

Sebuah kerja kolektif. Hubungan antara qiyadah dan jundiyyah juga membutuhkan keberkahan dari Allah. Itulah sebabnya ghayah atau tujuan utama dalan setiap kegiatan-kegiatan dakwah kita adalah Allah. Mencari ridha Allah. Ingib mendapatkan keberkahan Allah. Walaupun hadaf atau tujuan dalam setiap sesi, waktu dan setiap marhalah berbeda-beda.


(Sambil membungkus bendera Argentina).

Baca Juga

DPD PKS Tojo Una-Una Resmi Kukuhkan Pengurus Baru

PKS Sulteng Berikan 9 Nominasi PKS Award di Muswil VI

Paskibraka 2025 Dikukuhkan, Aleg PKS Sulteng Sampaikan Pesan Inspiratif

Peringati Kemerdekaan ke-80, PKS Sulteng Ajak Kader Terus Melayani

Muswil PKS Sulteng Tanpa Manuver Politik

Bagikan
Facebook Email Print

Ikuti Kami

Sosial Media PKS Sulteng
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Informasi Pilihan
Kabar Sulteng

Bentuk Komitmen PKS, Ketua dan Sekum DPW PKS hadir di pengukuhan Tim Bakorsi Sulteng

DPW PKS Sulteng
Minggu, 27 Agustus 2023
Kesan Mahasiwa UWN Mau Datangi PKS: Awalnya Kami Takut dan Bayangannya Terlalu Formal
Bakti Sosial PKS: Pembagian Sembako untuk Masyarakat
Turun Daerah Bencana, Relawan PKS Bersihkan Rumah Warga, Masjid hingga Gereja
Jalankan Fungsi Pengawasan, Aleg PKS di Morowali Utara Kunker ke PT Vale
- Advertisement -
Ad imageAd image

Akses Cepat

  • Agenda
  • Pengumuman
  • Publikasi

DPW PKS Sulteng

"Wadah Informasi, Aspirasi, dan Komunikasi untuk Masyarakat Sulawesi Tengah"
Pranala
  • Contact Us
  • Blog Index
Menu Pilihan
  • Contact Us
  • Blog Index
Copyright © 2026 Website Resmi DPW PKS Sulawesi Tengah dikelola oleh Humas DPW PKS Sulteng.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?