PKSMOROWALI – Sebagai Gerakan dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak hanya bekerja di saat Pemilu saja. Lebih dari itu, PKS juga terus melakukan kerja-kerja dakwah setiap saat dalam rangka berkontribusi dalam Pembangunan dan peduli sosial.
Di antara program yang digalakkan PKS, di antaranya ada yang dikenal dengan program Lima Rumah Perjuangan PKS.
Konsep tentang lima rumah perjuangan PKS ini, menjadi salah satu penekanan materi arahan yang disampaikan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulteng, Ahmad Aco dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Morowali, Sabtu (27 Desember 2025).
“Lima perjuangan PKS, adalah konsep internal partai yang mencakup Rumah Tangga, Rumah Ibadah, Rumah PKS, Rumah Kebangsaan, dan Rumah Kemanusiaan. Tujuannya, membentuk kader utuh beriman, berkontribusi, dan peduli sosial, sebagai landasan kerja nyata partai dalam membangun keluarga dan bangsa Indonesia,”kata Ahmad Aco.
Diuraikannya rincian lima rumah Perjuangan PKS. Pertama Rumah Tangga, yakni membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebagai fondasi utama. Yang kedua, rumah ibadah yakni menguatkan spiritualitas dan hubungan dengan Tuhan. Rumah ketiga kata Ahmad Aco, barulah rumah PKS, yakni memperkuat struktur, kaderisasi, dan ideologi partai di internal.
“Yang keempat Rumah Kebangsaan, yakni berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, kebhinekaan, dan politik kebangsaan. Yang terakhir atau rumah kelima, adalah rumah Kemanusiaan, yakni memberikan pelayanan dan kepedulian sosial kepada seluruh lapisan Masyarakat, tanpa melihat latarbelakang agama, suku, bangsa bahkan pilihan politik,”kata Ahmad Aco, yang saat ini masih merupakan satu-satunya alumni Korsad PKS di Sulteng.
Konsep tentang lima rumah perjuangan PKS ini, diluncurkan untuk mewujudkan semangat PKS untuk Keluarga Indonesia, dengan kerja nyata dan solidaritas sosial. Sebab dalam pandangan PKS, bahwa keberhasilan dakwah dan perjuangan bersumber dari keberhasilan rumah tangga. Targetnya adalah mewujudkan baiti jannati (rumahku surgaku). Ini adalah benteng pertama yang harus dikokohkan.
Kader PKS kata Ahmad Aco, tidak hanya diminta membangun masjid, tetapi juga memakmurkannya. Di sini, ibadah dan pengabdian sosial harus berjalan seiring, tanpa cerita seorang kader yang militan di luar tetapi absen di tempat ibadah.
“Berbekal keberhasilan di rumah tangga dan rumah ibadah, kader berkumpul di rumah besar PKS, untuk membentuk ikatan jamaah, struktur yang solid, dan amal jama’i (kerja kolektif) guna mencapai tujuan politik,”urainya.
Puncak visi PKS sebagai partai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), maka PKS juga harus menjadi rumah kemanusiaan.
“Pada tingkat ini, perjuangan melampaui batas negara dengan menentang penjajahan, mengupayakan perdamaian dunia, dan membawa rahmat bagi alam semesta. Memberikan rasa empati Dimana saja dan kapan saja, tanpa melihat warna-warni latarbelakang sosial, agama bahkan ragam pilihan politik. Ini bukan lagi wacana. Anda mau bukti, tidak perlu saya sebutkan, silakan lacak di jejak digital tentang kiprah kemanusiaan Relawan PKS,”demikian Ahmad Aco.(hnf)


