PALU – Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Bidang Perempuan Keluarga DPW PKS Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.AG, MH tidak dapat menahan air matanya, saat bersilaturrahim ke rumah Bapak Rusman yang berada di Jalan Tembang, Kelurahan Lere (Rabu 17 September 2025).
Tujuan silaturrahim Bunda Wiwik, sekaligus memberikan bantuan kursi roda kepada Rusman,yang menderita stroke sejak beberapa tahun lalu. Akibatnya, pria kelahiran Tasikmalaya tahun 1936 yang dulunya berprofesi sebagai penjual bakso keliling itu, mengalami kelumpuhan pada bagian kanan tubuhnya. Akibat penyakitnya, kini hanya bisa terbaring.
“Beliau kesulitan untuk bergerak apalagi berjalan. Makanya saya bawakan bantuan kursi roda, semoga bisa membantu,”kata Bunda Wiwik, sambil menyeka air matanya yang membasahi pipinya.
Informasi tentang kondisi Rusman, didapatkan Bunda WIwik, Ketika melakukan reses di Kelurahan Lere. Sang Istri, Ngatmi yang hadir saat reses Bunda Wiwik, menyampaikan kondisi sang suami dan berharap Bunda Wiwik bisa memberikan bantuan kursi roda.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, Bunda Wiwik kemudian berusaha untuk mendapatkan kursi roda. Setelah mendapatkan kursi roda tersebut, selanjutnya pada Rabu 17 September 2025, Bunda Wiwik mendatangi kediaman Rusman di Jalan Tembang.
“Begitu masuk rumah Beliau, saya langsung terharu dan tidak bisa menahan air mata melihat kondisi Beliau. Belum lagi mendengar cerita dari istri beliau, mereka juga sedang kesulitan ekonomi, karena Bapak Rusman sudah tidak bisa cari nafkah,”ungkap Bunda Wiwik.
Untuk menopang kebutuhan keluarga, sang istri mengambil alih peran suaminya untuk mencari nafkah. Setiap hari sang istri berkeliling di Kota Palu sebagai penjual jamu gendong. Dengan kondisi usianya saat ini, tentu penghasilannya tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk makan saja susah, apalagi untuk kebutuhan pengobatan. Makanya Bapak itu pengobatannya semampunya saja,”katanya lagi.
Rusman memiliki putra semata wayang. Namun sang anak, yang hanya berpendidikan SLTA, juga memiliki tanggungan keluarga sendiri, sehingga Rusman dan Ngatmi tidak mau menambah beban sang anak.
“Terus terang saya tuh nangis terus waktu di rumah Bapak Rusman. Sampai waktu balik, di perjalanan saya masih terus terharu dan nggak berhenti nangisnya. Alhamdulilah, Allah Kembali perlihatkan kondisi seperti ini. Hikmah kita jangan pernah berhenti bersyukur, karena kondisi kita masih jauh lebih baik,”tandasnya.(hnf)


