PALU — Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) DPW PKS Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Training for Trainer (TFT) Orientasi Partai sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dan calon trainer di tingkat daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 22–23 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Kantor DPTW PKS Sulawesi Tengah dan diikuti peserta dari Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) DPD-DPD PKS se-Sulawesi Tengah.
Ketua Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) DPW PKS Sulawesi Tengah, Irham, S.Sos, mengatakan TFT Orientasi Partai memiliki dua muatan utama yang menjadi fondasi bagi para peserta, yakni kepartaian dan kerelawanan.
“Dua muatan utama dalam kegiatan ini adalah tentang kepartaian dan kerelawanan. Keduanya penting agar peserta memiliki pemahaman yang utuh sebelum menjalankan peran sebagai trainer di daerah masing-masing,” ujar Irham.
Menurutnya, kegiatan TFT tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga menyiapkan mereka agar mampu menjadi trainer yang dapat mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai perjuangan partai kepada calon relawan di wilayah masing-masing.
Para peserta diharapkan mampu memahami secara baik visi, misi, serta platform perjuangan PKS, kemudian menyampaikannya secara sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami oleh calon relawan.
“Output yang kita harapkan adalah lahirnya trainer-trainer yang siap di daerah masing-masing. Mereka nantinya diharapkan mampu menyampaikan visi, misi, dan platform perjuangan PKS kepada calon relawan,” jelasnya.
Irham menambahkan, keberadaan trainer di tingkat daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerelawanan yang terarah dan memiliki pemahaman yang sama terhadap nilai serta tujuan perjuangan partai.
Melalui kegiatan tersebut, BRSN DPW PKS Sulawesi Tengah mendorong agar proses pembinaan relawan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga dibangun melalui pemahaman terhadap identitas, visi perjuangan, dan arah kepartaian.
Dengan adanya TFT Orientasi Partai ini, BRSN PKS Sulteng berharap kapasitas sumber daya manusia di bidang relawan dan saksi semakin merata hingga tingkat daerah. Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus fasilitator dalam membangun jaringan relawan yang solid, terorganisasi, dan memiliki pemahaman yang kuat terhadap perjuangan PKS. (hnf)


