PALU – Untuk kesekian kalinya, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah menerima kunjungan belajar dari mahasiswa terkait mata kuliah politik. Kali ini kunjungan belajar datang dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu), Rabu (17/12/2025). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Unismuh Palu, Dr. Muhamad Dasril, M.AP, dan diterima oleh Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muh. Wahyuddin, S.St didampingi Sekretaris Umum DPW PKS, Dr. Rizal, S. Pd, M. Pd.
Dalam pengantarnya, Dekan FISIP Unismuh Palu, Muh. Dasril, menjelaskan bahwa kunjungan belajar ini merupakan bagian dari upaya Unismuh Palu menghadirkan praktisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman langsung di bidangnya dalam proses akademik.
“Di Unismuh, kami berupaya agar proses akademik tidak hanya teoritis, tetapi juga menghadirkan praktisi yang ahli di bidangnya. Kunjungan seperti ini menjadi langkah awal untuk saling mengenal. InsyaAllah ke depan bisa dilanjutkan dengan kolaborasi, baik dalam bentuk kuliah tamu maupun seminar,” ujar Muh. Dasril.
Ia menambahkan selain mahasiswa, rombongan FISIP Unismuh Palu yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Dr. Hilman, M.AP, Ketua Program Studi Sosiologi Elvira.S.Sos.M.Sos, Kepala Laboratorium Kebijakan Todea Andi Pangeran. M.AP, serta Ketua Gugus Mutu FISIP Mohammad Aksyar, S.Sos.,M.Si.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muh. Wahyuddin, menegaskan bahwa politik dalam perspektif Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang bersifat universal.
“Dalam Islam, politik adalah bagian dari universalitas Islam. Jika politik dihilangkan, maka sama saja dengan mengamputasi salah satu bagian dari Islam,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa bahwa sesuai Undang Undang, peran utama partai politik adalah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Di PKS, pendidikan politik tersebut diwadahi dalam konsep 3P, yaitu Pelatihan, Pendidikan, dan Pembinaan. Dari ketiga unsur tersebut, pembinaan menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin.
“Ini juga merupakan amanah Undang-Undang, bahwa partai politik harus memiliki sistem kaderisasi yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan,” jelas Wahyuddin.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa PKS memiliki kegiatan pembinaan berkala yang dikenal dengan Unit Pembinaan Anggota (UPA), yang dilaksanakan setiap pekan. Melalui UPA, PKS menjalankan fungsi partai politik sekaligus mencerdaskan masyarakat yang ingin bergabung menjadi anggota partai.
Selain pendidikan politik, Wahyuddin menegaskan bahwa PKS dikenal sebagai partai bervisi Islam yang memiliki ciri khas dalam pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tampak jelas dalam berbagai aksi sosial, khususnya saat terjadi bencana.
“Ketika terjadi bencana, insyaAllah PKS selalu berada di garda terdepan. Hal ini karena sistem kaderisasi PKS berjalan hingga tingkat ranting di desa. Biasanya, pengurus ranting yang berada paling dekat dengan lokasi bencana langsung membuka posko, baik di kantor PKS tingkat ranting maupun di rumah pribadi, sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan belajar ini menjadi kunjungan ketiga dari berbagai kampus dalam dua bulan terakhir di PKS Sulteng. PKS berharap menjadi awal terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara dunia akademik dan partai politik, khususnya dalam penguatan pendidikan politik dan pengembangan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa.


