JAKARTA – Dewan Syariah Wilayah (DSW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah mengirimkan delegasi untuk mengikuti Training for Trainer (TFT) Pendidikan Politik dalam Rangka Penegakan Disiplin Partai yang diselenggarakan oleh Komisi Disiplin Partai (Komdis) Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS. Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, dan diikuti oleh 156 peserta yang merupakan utusan dari seluruh Indonesia.
Delegasi PKS Sulawesi Tengah terdiri atas Citrawan Kisman Djiho, Lc., M.Pd.I. selaku Sekretaris DSW PKS Sulawesi Tengah, Rahmawati Ottoluwa, S.Sos., S.Pd. selaku Ketua Komisi Disiplin DSW PKS Sulawesi Tengah, serta Sabi’in Sy Lanta, S.Kom. selaku Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Sulawesi Tengah.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Syura PKS, H. Muhammad Sohibul Iman, Ph.D., yang didampingi Sekretaris Majelis Syura dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS. Pembukaan juga dihadiri unsur pimpinan Majelis Partai, Majelis Pertimbangan Partai, Dewan Pimpinan Pusat PKS, serta para hakim Mahkamah Partai.
Dalam arahannya, Sohibul Iman menegaskan bahwa disiplin dan etika merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kokoh, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, etika bukan sekadar self-confining atau membatasi diri, tetapi juga self-enabling, yakni seperangkat nilai yang memungkinkan setiap kader menjalankan amanah, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik tanpa keluar dari koridor nilai dan aturan organisasi.
“Juga pentingnya harmonisasi sebagai salah satu pilar organisasi, selain kaderisasi, regenerasi, delegasi, dan mitigasi. Harmonisasi menjadi faktor penting agar organisasi tetap solid, adaptif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan secara berkelanjutan,”katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai Panduan Kode Etik Partai dan Panduan Penegakan Disiplin Partai. Materi disampaikan secara komprehensif melalui praktik penyelesaian perkara, simulasi persidangan, studi kasus, hingga teknik fasilitasi pembelajaran. Tujuannya, agar peserta memiliki kompetensi sebagai trainer yang mampu menyampaikan materi secara efektif dan seragam di wilayah masing-masing.
Sekretaris DSW PKS Sulawesi Tengah, Citrawan Kisman Djiho, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta dari seluruh daerah.
“Selama kegiatan kami sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain mendapatkan materi, pembekalan, dan praktik, kami juga diberi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi daerah terkait pelaksanaan penegakan disiplin partai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, para peserta mendapat amanah untuk melaksanakan Bimbingan Teknis Wilayah (Bimtekwil) di daerah masing-masing.
“Kami akan menyelenggarakan Bimtekwil kepada seluruh Dewan Etik Daerah di 13 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi panduan dari Dewan Syariah Pusat kepada seluruh anggota, pengurus, dan pejabat publik PKS di Sulawesi Tengah. Semoga ini menjadi ikhtiar memperkuat organisasi agar semakin bersih, disiplin, dan berintegritas,” kata Citrawan.
Selain pembahasan kode etik dan mekanisme penegakan disiplin, peserta juga memperoleh berbagai materi strategis, di antaranya arah kebijakan Dewan Syariah Pusat PKS periode 2025–2030, penguatan karakter Al-Indhibath (kedisiplinan) sebagai karakter utama kader PKS, pendalaman sistem peradilan internal terpadu PKS, teknik pengelolaan aduan dan temuan, teknik mediasi, investigasi dan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), penyusunan Laporan Hasil Investigasi Terpadu (LHIT), teknik penyusunan putusan dan mekanisme keberatan, hingga pembentukan Majelis Penegakan Disiplin Partai (MPDP) sebagai bagian dari penguatan sistem penegakan disiplin di lingkungan PKS.
Rangkaian pelatihan ditutup secara daring oleh Presiden PKS, Dr. Almuzzammil Yusuf, M.Si. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta menjadi pelopor budaya disiplin yang berlandaskan keteladanan, keadilan, dan semangat pembinaan.
Menurut Almuzzammil, disiplin organisasi merupakan salah satu kekuatan utama PKS dalam menjaga soliditas internal, meningkatkan kualitas kader, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap partai. Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di wilayah masing-masing sehingga sistem pembinaan dan penegakan disiplin semakin efektif, terukur, dan berkelanjutan.(iyan)


