PALU — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muh. Wahyuddin, menegaskan bahwa perhatian terhadap perempuan dan keluarga merupakan salah satu prioritas penting di PKS. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Silaturahim Bipeka DPP dan Bipeka Sulteng di Aula DPTW PKS Sulteng, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Gerakan Pengarusutamaan Keluarga (PUK) Sulawesi Tengah” tersebut juga dirangkaikan dengan launching Forum Ayah Sulawesi Tengah dan Penggerak Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK).
Dalam sambutannya, Wahyuddin mengatakan, perhatian PKS terhadap perempuan dan keluarga bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari sistem, program, hingga perjuangan politik partai.
“Di PKS luar biasa perhatian terhadap perempuan dan keluarga. Kalau kita search di Google, ada dua partai yang mencantumkan keluarga. Ini menandakan bahwa keluarga menjadi sebuah prioritas di internal PKS,” ujarnya.
Menurut Wahyuddin, pengarusutamaan keluarga di PKS diimplementasikan setidaknya melalui tiga hal utama, yakni struktur dan pedoman partai, program, serta perjuangan melalui jalur politik dan legislasi.
Pertama, kata Wahyuddin, perhatian terhadap keluarga terlihat jelas dalam struktur dan pedoman organisasi PKS.
Di dalam struktur partai terdapat Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka). Sementara itu, di Majelis Pertimbangan Partai (MPP) terdapat komisi yang menangani ketahanan keluarga, dan di Dewan Syariah Pusat (DSP) terdapat komisi yang berkaitan dengan pembinaan keluarga sakinah.
“Artinya, PKS memiliki bidang keluarga dan keluarga itu dijadikan prioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, keluarga juga mendapatkan posisi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKS, berdampingan dengan agenda kaderisasi dan kepemudaan.
Selain itu, Musyawarah Nasional (Munas) PKS tahun 2020 memberikan amanah untuk membentuk pedoman partai terkait ketahanan keluarga.
“Jadi secara struktur dan pedoman partai, keluarga memang mendapatkan tempat yang sangat penting,” jelasnya.
Kedua kata Wahyuddin, pengarusutamaan keluarga diwujudkan melalui berbagai program partai.
Wahyuddin menyebut salah satu program unggulan yang berkaitan dengan keluarga adalah Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang salah satu leading sector-nya adalah Bipeka.
Dalam implementasinya, terdapat berbagai kegiatan yang menyasar peran keluarga secara lebih luas, termasuk Forum Ayah dan kajian-kajian strategis tentang perempuan.
Menurutnya, pelibatan ayah menjadi penting karena penguatan keluarga tidak dapat hanya dibebankan kepada perempuan.
“Forum Ayah ini menjadi bagian dari bagaimana kita memperkuat keluarga, karena keluarga yang kokoh membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga,” ujarnya.
Ketiga, perhatian terhadap perempuan dan keluarga juga diperjuangkan PKS melalui jalur politik, khususnya melalui Fraksi PKS di parlemen.
Wahyuddin mengatakan, Fraksi PKS menjadi salah satu pihak yang sejak awal menginisiasi gagasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga dan membawa gagasan tersebut ke ruang publik agar dapat menjadi kebijakan negara.
Selain itu, Fraksi PKS juga aktif dalam pembahasan dan perjuangan regulasi yang berkaitan dengan perlindungan ibu dan anak.
Salah satu bentuknya adalah dorongan agar ayah mendapatkan hak cuti ketika istrinya melahirkan, sehingga kehadiran ayah dalam fase penting kehidupan keluarga mendapatkan dukungan melalui kebijakan.
“Ini kerja yang sifatnya legislasi. Kita menjadi inisiator lahirnya kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan keluarga,” kata Wahyuddin.
Wahyuddin juga menegaskan, tiga pendekatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar PKS untuk terus menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, baik di tingkat nasional maupun di Sulawesi Tengah.
Ia berharap gerakan pengarusutamaan keluarga yang diperkuat melalui silaturahim Bipeka DPP dan Bipeka Sulteng dapat semakin memperkokoh peran keluarga sebagai fondasi masyarakat.
“Lewat tiga hal itu kita mengupayakan PKS eksis di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.


