Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tapi tentang memastikan setiap rakyat bisa hidup layak.
16-17 Agustus 2025 di antara kesibukan terpilihnya DPTD baru, PKS Banggai menggelar acara KASE RAME: Longmarch, Camping, dan Rihlah. Acara ini menjadi semacam re-charging sekaligus mungkin jadi momentum pelepasan kepengurusan.
Para lelaki tangguh sudah menuntaskan longmarch sejauh 17 KM dalam memeriahkan Dirgahayu Indonesia. Riuh teriakan dan sorak semangat saat perlombaan terdengar seperti gemuruh energi yang menyenangkan untuk dinikmati.
Kegiatan ini menciptakan nuansa baru—semangat yang terbarukan.Tempat dan nuansa rihlah kali ini sungguh menyejukkan. Sungai yang jernih dan dingin mengalir di antara pepohonan, sementara udara sejuk membuat siapa saja betah berlama-lama. Sambil bercengkerama, tawa dan obrolan ringan menambah hangat suasana kebersamaan.
Inilah yang membuat acara KASE RAME tak sekadar agenda formalitas belaka, tetapi juga wadah kebersamaan yang merekatkan.Namun di balik keseruan ini, ada makna besar yang tidak bisa dilepaskan. Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan. Tapi, apakah rakyat Indonesia benar-benar sudah merdeka?
Faktanya, masih banyak masyarakat yang berjuang keras menghadapi beratnya biaya hidup, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga sulitnya akses pendidikan dan kesehatan, apalagi sempat dibilang guru adalah beban negara.
Belum lama ini, banyak keluhan datang dari rakyat kecil—harga beras melambung tinggi, lapangan kerja kian sempit, sementara korupsi dan kebijakan yang tidak berpihak justru semakin menyulitkan. Kemerdekaan sejati masih terasa jauh dari harapan.
Kata mereka “Indonesia memang Merdeka, tapi rakyatnya Menderita.”
Di sinilah PKS selalu hadir. PKS tidak hanya berdiri di panggung politik, tetapi turun ke lapangan, mendengarkan jeritan rakyat, dan menyuarakan aspirasi mereka.
Ketika rakyat menjerit karena harga pangan melambung, PKS hadir di parlemen memperjuangkan stabilitas harga. Ketika masyarakat kesulitan mendapat layanan kesehatan dan pendidikan yang layak, PKS mendorong kebijakan pro-rakyat agar tidak ada yang tertinggal. Dan ketika ada kebijakan yang berpotensi merugikan, PKS berani mengambil sikap menolak demi membela kepentingan masyarakat luas.
Kegiatan seperti KASE RAME ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Semangat longmarch 17 KM hanyalah simbol kecil dari panjangnya jalan perjuangan bangsa ini.
Sama seperti para pejuang kemerdekaan yang dahulu rela berkorban, kini tanggung jawab kita adalah memastikan rakyat benar-benar merdeka dari belenggu kesulitan hidup.
Kemerdekaan bukan hanya sekadar merayakan bendera yang berkibar di tiang tertinggi, melainkan juga memastikan setiap keluarga di pelosok desa bisa makan dengan layak, anak-anak bisa sekolah dengan gembira, dan rakyat kecil bisa hidup tanpa takut kehilangan haknya.
Bagi PKS Banggai, setiap langkah—baik di jalan longmarch, di tengah lomba, maupun dalam pelayanan politik—adalah ikhtiar menuju Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan benar-benar merdeka. Karena bagi PKS, melayani rakyat bukan sekadar slogan, tapi jalan panjang pengabdian yang tidak boleh berhenti.
Penulis: SY


