Jakarta – Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Salim Segaf Al-Jufri, memberikan pidato yang menggarisbawahi pentingnya soliditas internal, pelayanan nyata kepada rakyat, dan perjuangan tanpa henti di hadapan 1.583 peserta Konsolidasi Nasional dan Bimbingan Teknis (Bimteknas) PKS di Jakarta, Senin (28/4/2025).
Dalam pidatonya, Habib Al-Jufri menekankan agar seluruh anggota partai menjaga kekompakan dan persatuan dalam tubuh PKS. Ia menegaskan pentingnya soliditas internal sebagai kekuatan utama untuk mencapai tujuan partai.
“Jaga soliditas internal, jaga kekompakan di antara kita, jaga persatuan dan ukhuwah. Kita jaga nama dan marwah partai,” ujar Habib Al-Jufri.
Habib juga menekankan bahwa pelayanan kepada rakyat tidak cukup hanya dengan rencana atau retorika, melainkan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Ia mendorong para anggota PKS untuk langsung turun ke masyarakat dan memberikan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh rakyat.
“Jangan hanya menulis rencana, tapi lakukan! Turun langsung ke masyarakat dan pastikan mereka merasakan pelayanan kita,” tegasnya.
Selain itu, Habib mengingatkan bahwa perjuangan politik harus terus berjalan tanpa henti, seraya menyebutkan bahwa proses perjuangan untuk bangsa Indonesia adalah sebuah usaha yang tidak akan pernah berakhir.
“Being Indonesia is never ending process, tidak ada habisnya, tidak ada hentinya,” ungkap Habib, mengajak semua pihak untuk terus bekerja tanpa mengenal lelah.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk.
“Bangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, kita hadir untuk menjadi berkat bagi bangsa ini,” ujar Habib.
Habib menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia, terutama dengan hadirnya bonus demografi, di mana hampir 58% pemilih pada Pemilu 2029 nanti diprediksi berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Ia menegaskan bahwa PKS harus siap untuk meraih suara dari generasi muda tersebut.
“Peluang kita sangat besar, terutama dengan bonus demografi yang akan terjadi. Pemilu 2029 nanti, hampir 57%-58% pemilih adalah milenial dan Gen Z,” ujarnya.
Lebih lanjut, Habib juga menekankan pentingnya kedekatan dengan Allah sebagai sumber kekuatan dalam perjuangan politik dan sosial. Ia mendorong para anggota PKS untuk terus memperbanyak amalan salih dan meningkatkan kedekatan dengan Tuhan.
“Perbanyak para salihin dan salihat, tingkatkan kedekatan kita kepada Allah. Karena kekuatan dan kemenangan itu datangnya dari Allah,” katanya.
Seruan terakhir yang disampaikan Habib adalah dukungan penuh untuk Palestina, yang ia sebut sebagai bagian dari perjuangan internasional untuk perdamaian dan keadilan sosial.
“Kita ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Free Palestine!” tegasnya.
Habib menutup pidatonya dengan seruan untuk terus menjaga komitmen terhadap perjuangan bangsa Indonesia dan meningkatkan pelayanan kepada rakyat, serta menegaskan bahwa PKS harus terus berusaha menjadi contoh dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.


