Palu – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Konsolidasi dan Penguatan Hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Dalam arahannya, Ketua DPW PKS Sulteng, Muh Wahyuddin, menegaskan sejumlah poin penting terkait penguatan sistem kaderisasi di wilayah tersebut.Pertama, ia menekankan bahwa pengelolaan kaderisasi kini sepenuhnya diatur oleh BKAP. Hal ini dimaksudkan agar proses pembinaan kader lebih terstruktur dan memiliki kejelasan tanggung jawab.
Kedua, Muh Wahyuddin menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam mengelola BKAP. Menurutnya, kaderisasi bukanlah tugas ringan, karena membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga yang besar. “Ini baru berbicara kualitas, belum kuantitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bidang lain diberikan amanah untuk menambah jumlah anggota, sehingga BKAP dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas kader dan menghadirkan kader-kader yang benar-benar siap mengemban amanah perjuangan partai.
Terkait program unggulan (Progul) dari DPP, dibahas pula mekanisme Unit Pembinaan Anggota (UPA) baru selama satu tahun. Ia menegaskan, apabila dalam proses tersebut tidak dilakukan monitoring dan evaluasi oleh pembimbing dan pembina UPA, maka BKAP memiliki legalitas untuk melakukan pemanggilan.
“Jangan diam-diam saja. Semua harus terpantau dan terlaporkan,” tegasnya.DPW juga mengakui peran penting BKAP di tingkat DPD yang selama ini turut membantu jalannya kaderisasi. Forum pembimbing UPA Madya, misalnya, seharusnya menjadi ruang khusus bagi DPW untuk melakukan evaluasi terhadap pembimbing UPA Dewasa dan UPA Utama. Pembimbing UPA Utama pun diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa ketika proses kaderisasi berjalan, BKAP berhak melakukan evaluasi terhadap kinerja pembimbing UPA. Evaluasi tersebut bersifat objektif dan menyeluruh, bahkan dimungkinkan untuk mengevaluasi pembimbing yang berada dalam lingkup internal sekalipun.
Melalui rapat konsolidasi ini, DPW PKS Sulawesi Tengah berharap penguatan hasil Rakornas dapat diimplementasikan secara disiplin dan terukur, demi melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu menjawab tantangan perjuangan partai ke depan.


