Tulisan: Abdul Hanif
Perhelatan Muswil VI Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah telah selesai. Hal yang paling mendebarkan, Adalah Ketika dibacakan Surat Keputuan DPP PKS tentang susunan pengurus, mulai dari Majelis Pertimbangan Wilayah, Dewan Syariah Wilayah dan Dewan Pengurus Wilayah.
Mendebarkan….!karena sampai dibacakannya SK, tidak ada satu pun yang tahu, siapa dan Dimana akan ditempatkan. Memang, malam sebelumnya, sempat ada bocoran halus, Ketika dibagikan seragam.
“Tapi belum jaminan antum dilantik ya… Siapa tahu besok ada perubahan, maka baju yang sudah dibagi ini dikembalikan lagi. Makanya jangan dikasih kusut,” kata ustadz kami.
Ketika kami dipanggil menerima seragam, lemas seluruh tubuh. Bukan karena kami tidak siap, tetapi lebih kepada hal-hal yang pragmatis. Bahwa ini Adalah pilihan dalam perjuangan dan pasti membutuhkan pengorbanan. Inilah pilihan kami.
Menjadi pengurus di jajaran Partai, bukanlah Impian seluruh kader, sebab mereka tahu bahwa menjadi pengurus, berarti harus siap mengorbankan seluruh apapun. Menjadi pengurus, bukanlah karena ingin tampil elit, tetapi ada nilai tanggungjawab untuk dilaksanakan dan pasti harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.
Sudah menjadi kultur di lingkaran ini, bahwa Ketika telah berbaiat, maka harus siap Ketika ada perintah, kapan pun dan Dimana pun. Bahkan panggilan di waktu-waktu tidak normal, hanya sekadar membaca zikir Almutsurat pun, hanya ada dua pilihan untuk tidak menghadirinya.
Ada penugasan dakwah, atau sudah di liang lahat
Tidak ada sodoran SURAT PERNYATAAN BERSEDIA. Yang ada telpon dari Ustadz, “Antun siap-siap saja,”.
Siap-siap untuk apa? Itulah yang membuat adrenalin naik turun, sampai SK DPP PKS dibacakan di rangkaian Muswil.
Menjadi pejabat di partai ini, bukan untuk gagah-gagahan. Apalagi ada target-target pragmatis. Untuk bisa jadi pejabat politik misalnya.
Kami ingat, Ketika ikut konstentasi di Pemilu 2024 lalu. Sampai sekarang, masih ada di luar sana yang nyinyir dan mengatakan bahwa menjadi Caleg itu Adalah bukan pilihan cerdas, sebab hanya buang modal yang tidak sedikit, tetapi hasilnya tidak maksimal.
Kami dididik oleh Pembina kami, bahwa apapun yang kami lakukan dalam lingkaran dakwah ini, tujuan utamanya Adalah dakwah dan Ibadah (Q.S. Adz Zariyat ayat 56). Ikhtiar maksimal tentu harus dilakukan, tetapi hasil kita serahkan kepada Allah.
Karena niat bergabung dalam lingkaran ini Adalah dakwah dan ibadah, maka insya Allah semua pengorbanan, materi, waktu, tenaga, pikiran, air mata, dan Lelah, Insya Allah tidak ada yang sia-sia. Ketika tujuan dunia tidak tercapai (Gagal menjadi anggota legislative), tapi yakin saja, semua pengorbanan itu telah tercatat di buku malaikat yang ada di sisi kanan kita.
Demokrasi dalam lingkaran ini, berbeda dengan yang ada di tempat lain. Memang ada proses pemilihan, tetapi semua hasilnya dilakukan secara syura oleh para ustadz. Keputusan secara jamai itu tetap dilakukan, tetapi tidak semua orang dilibatkan. Ketika Keputusan itu telah ditetapkan. Bismillah.
Ingatlah Ketika Abu Bakar ra dipilih oleh para sahabat untuk menjadi khalifah pertama. Diskusinya, tidak melibatkan seluruh penduduk Madinah, tetapi hanya dilakukan oleh beberapa sahabat senior. Akhirnya selamat buat Kawan-kawan yang dilantik dalam Muswil VI Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah.
Selamat Bekerja
Selamat Bermuhasabah
Selamat Berdakwah


