PALU – Program Bi’tsatud Du’at yang digagas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali digelar di Sulawesi Tengah. Hal ini sebagai bagian dari penguatan dakwah dan konsolidasi organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula DPW PKS Sulawesi Tengah pada Sabtu (1/8/2026) itu diikuti jajaran Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sulawesi Tengah serta Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS se-Sulawesi Tengah secara luring maupun daring.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, KH. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid, Lc., Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulawesi Tengah H. Iswan Kurnia Hasan, Lc., M.A., Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah Muhammad Wahyuddin, SST, jajaran Badan Pembinaan dan Pengembangan Wilayah (BPPW) DPP PKS, serta para pengurus wilayah dan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua MPW PKS Sulawesi Tengah, H. Iswan Kurnia Hasan Lc, MA, menegaskan bahwa Bi’tsatud Du’at bukan sekadar program organisasi, melainkan bagian dari tradisi dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW sejak awal penyebaran Islam.
Menurutnya, sejarah mencatat keberhasilan dakwah Islam tidak lepas dari pengiriman para dai ke berbagai wilayah, seperti Mus’ab bin Umair ke Madinah dan Mu’adz bin Jabal ke Yaman.
“Program Bi’tsatud Du’at ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Sejak 14 abad lalu Rasulullah SAW telah mengutus para dai untuk menyebarkan Islam. Melalui dakwah itulah Islam berkembang hingga menjangkau berbagai wilayah,” ujarnya.
Ia optimistis program yang diinisiasi BPPW DPP PKS tersebut akan semakin memperluas jangkauan dakwah serta memperkokoh pembinaan kader di Sulawesi Tengah.
Iswan juga menyampaikan apresiasi kepada BPPW DPP PKS dan DPW PKS DKI Jakarta yang mendampingi pelaksanaan program tersebut di Sulawesi Tengah.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Wakil Ketua Majelis Syuro PKS yang bersedia hadir langsung dan bahkan memilih menempuh perjalanan darat menuju Kabupaten Banggai sebagai bagian dari rangkaian dakwah.
Menurut Iswan, keteladanan tersebut menjadi contoh nyata bagi seluruh kader.
“Beliau telah memberikan qudwah sebelum memberikan nasihat. Semangat beliau melakukan perjalanan dakwah di usia 66 tahun menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang memenangkan dakwah di Sulawesi Tengah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah Muhammad Wahyuddin menyebut kehadiran pimpinan pusat PKS merupakan bentuk perhatian besar DPP terhadap penguatan organisasi di wilayah yang masih berstatus DPW Wilayah Khusus.
Ia mengatakan Sulawesi Tengah menjadi salah satu dari 19 wilayah khusus yang mendapat pendampingan intensif agar mampu meningkatkan kapasitas organisasi sekaligus memperkuat basis elektoral menuju Pemilu 2029.
“Perhatian DPP kepada Sulawesi Tengah sangat luar biasa. Sudah beberapa kali pimpinan pusat hadir langsung. Ini menjadi penyemangat sekaligus amanah bagi kita untuk meningkatkan kontribusi bagi kemenangan dakwah dan kemenangan partai,” ujar Wahyuddin.
Ia menjelaskan, tema utama kegiatan kali ini adalah “Mengokohkan Tarbiyah, Menata Struktur, dan Menggerakkan Rekrutmen”, yang menjadi strategi memperkuat kemandirian dakwah di wilayah khusus.
Menurut Wahyuddin, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan arahan pimpinan pusat di daerah masing-masing, baik dalam penguatan pembinaan kader, penataan struktur organisasi, maupun percepatan rekrutmen anggota baru.
Selain diikuti peserta secara langsung di Palu, kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh jajaran pengurus DPTD PKS dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Rangkaian agenda Bi’tsatud Du’at dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, meliputi pembinaan, konsolidasi organisasi, mabit, hingga kunjungan dakwah ke Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai.
Melalui kegiatan ini, PKS Sulawesi Tengah berharap semangat dakwah, pembinaan kader, dan penguatan organisasi semakin kokoh sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mewujudkan target penguatan partai di tingkat nasional.(iyan)


