PALU — Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia, termasuk kekhawatiran terhadap berkembangnya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda silaturahim Bipeka DPW PKS Sulawesi Tengah bersama utusan Bipeka DPD PKS se-Sulawesi Tengah, Sabtu (29/8/2026). Yang hadir dalam silaturrahim, Wakil Ketua Bipeka DPP PKS Ir. Hj. Tuti Elfita, M.Si. dan Sekretaris Bipeka DPP PKS Dr. (c) Iis Istiqamah, M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, Bipeka DPP PKS memaparkan perkembangan kondisi keluarga serta berbagai tantangan sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama. Keluarga disebut memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, ketahanan moral, dan masa depan generasi muda.
Bipeka DPP PKS juga menyampaikan kekhawatiran terhadap paparan berbagai konten dan lingkungan sosial yang dapat memengaruhi perkembangan anak dan remaja, termasuk isu LGBT.
Persoalan tersebut, menurut Hj. Tuti Elfita, perlu dihadapi melalui penguatan peran keluarga, pendidikan yang tepat, pendampingan orang tua, serta pembangunan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pendekatan yang dikedepankan bukan semata-mata persoalan penolakan terhadap suatu fenomena, tetapi bagaimana keluarga memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
“Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga tumbuh kembang anak dan membangun generasi yang memiliki karakter kuat,” kata Iis Istiqomah, menambahkan.
Silaturahim ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi antara Bipeka DPP, DPW, dan DPD PKS di Sulawesi Tengah untuk memperkuat perhatian terhadap isu-isu perempuan dan keluarga di tingkat daerah.
Berbagai persoalan keluarga yang berkembang di masyarakat dinilai membutuhkan kerja bersama, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui edukasi, penguatan kapasitas orang tua, serta pendampingan masyarakat.
Bipeka PKS mendorong agar isu keluarga ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Keluarga yang kuat dinilai menjadi salah satu prasyarat dalam melahirkan generasi yang sehat secara sosial, memiliki karakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Pertemuan Bipeka di Sulawesi Tengah tersebut diharapkan dapat menghasilkan penguatan program dan langkah nyata yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di tingkat masyarakat.(hnf)


