Tulisan Abd. Rasyid, SH, MH
(Ketua DPD PKS Donggala)
81 tahun sudah usia RI, dan setiap peringatan ulang tahunya maka di sudut kampung terjauh pun ternyata baris berbaris masih belum tergantikan. Entah siapa memulainya, tapi kegiatan itu masih dipadati penonton dengan gempita.
Apa sebenarnya makna baris berbaris, dan sedang memperlihatkan apa dan untuk apa bagi masa depan bangsa?
Jawabannya ternyata simpel guys, baris-berbaris itu bukan cuma soal gerak jalan muter-muter kampung sambil mandi keringat, tapi ada “magis”-nya tersendiri.
Beberapa Alasan Baris-Berbaris Tetap Hits di Umur 81 Tahun RI
Pertama Simbol Solidaritas Tanpa Gengsi. Mau yang di depan anak pak RT atau yang di belakang tukang galon, begitu dengar aba-aba “Langkah tegap maju… jalan!”, semuanya ritmenya harus sama. Di sini kelihatan indahnya menyatukan kepala yang beda-beda jadi satu tujuan.
Kedua Hiburan Gratis Bikin Happy. Siapa yang tidak ketawa pas ba liat bapak-bapak komplek, ibu2 rumah tangga, bocah cilik salah melangkah. Baris-berbaris itu tontonan murah meriah yang sukses bikin warga bergembira.
Ketiga Latihan Mental Anti-Baper. Baris berbaris melatih kedisiplinan dan empati secara instan. Kalau ada satu orang yang pengen show off sendirian atau malah ta’ salah, maka sebarisan langsung kelihatan berantakan.
Signal Masa Depan Bangsa
Tradisi ini bukan sekadar nostalgia zaman dulu. Lewat gerak jalan, kita lagi pamer ke masa depan kalau generasi kita masih bisa diajak kerja bersama. Indonesia itu nambaso dan isinya rupa-rupa, tapi begitu ada komando yang jelas untuk maju demi hal yang positif, kita bisa jalan bersama dengan kompak dan gagah.
Yahhh begitulah kira-kira….sampai tak terasa pisang goreng terakhir terkunyah habis…upsss tisu pun ikut tertelan 🤣🤣
walllahu a’lam bisshawab
@Dari Bawah Pohon Mahoni Donggala
15 Agustus 2026


