MORUT – Keberadaan petani cabai di Morowali Utara cukup penting, dalam rangka sebagai penyangga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten yang terkenal dengan daerah industry pertambangannya tersebut.
Olehnya itu, perlu ada upaya untuk melakukan support dan advokasi dari pemerintah, agar keberadaan petani tersebut bisa eksis dan memberikan manfaat. Sekaligus, usaha pertanian tersebut, menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang cukup besar potensinya untuk dikembangkan.
“Secara pribadi dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali Utara, saya ingin memberikan apresiasi kepada salah satu petani cabai yang ada di Desa Towara. Bentuk dari apresiasi ini, makanya saya berkunjung langsung di lahan pertaniannya,”kata Anggota DPRD Kabupaten Morowali dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mastam Mustaring, kemarin (28 Januari 2026).
Lahan pertanian yang dikunjungi Mastam, yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Morowali Utara, adalah Kelompok Sinar Tani Desa Towara Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara.
Menurut Mastam, apresiasi kepada Kelompok Tani Sinar Tani, karena kelompok tersebut, dinilai cukup berpengalaman. Kelompok tersebut, telah terakses dalam sistem yang ada di Dinas Pertanian bahkan di Kementerian Pertanian.
“Keberadaan usaha tani ini, perlu untuk kita dorong terus, karena bukan hanya untuk penyangga ketahanan pangan. Yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan pendapatan rumah tangga seluruh anggota kelompok tani tersebut,”katanya.
Diakuinya, bahwa dukungan dan advokasi dari pemerintah, penting dilakukan. Sebab menurut Mastam, tantangan yang dihadapi petani begitu besar. Di antaranya yang harus jujur diakui, bahwa saat ini harga pupuk cukup mahal. Kemudian fluktuasi harga yang sering naik turun dan sering tidak menguntungkan petani.
“Tantangan lainnya, kondisi tanah yang dikelola ini mengandung mineral, jadi sangat-sangat rentan sekali tanaman terserang penyakit,”ungkapnya.
Melihat berbagai tantangan tersebut, olehnya itu, Mastam ingin hadir langsung, melihat seperti apa permasalahan yang dihadapi para petani. Khususnya yang ada di Desa Towara.
Diharapkan, dari kunjungannya tersebut, akan diperoleh kesimpulan, tentang bagaimana pola dan bentuk bantuan atau advokasi yang akan diberikan. Apakah menyangkut pemasaran hasil pertaniannya, atau pengelolaan pertanian ataukah ada bentuk stimulus lainnya.
“Juga harus ada kolaborasi dari semua pemangku kepentingan. Bukan hanya DPRD, tetapi juga pemerintah daerah yakni OPD teknis, dalam hal ini Dinas Pertanian, juga tentunya dari petani kita. Dengan berkolaborasi, kita bisa meningkatkan ketahanan pangan kita untuk wilayah Morowali Utara dan juga meningkatkan kesejahteraan petani,”tandasnya.(hnf)


