PALU — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah terus mematangkan strategi politik menuju Pemilu 2029. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing partai sekaligus meningkatkan capaian elektoral di seluruh daerah pemilihan di Sulawesi Tengah.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sulawesi Tengah, Rustam Abidin, mengatakan tantangan menuju Pemilu 2029 harus dihadapi dengan kerja politik yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Sosok yang akrab disapa Kaka Rustam itu menilai perjalanan PKS dalam lima kali pemilu menjadi pengalaman penting untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi pemenangan yang lebih efektif.
“Target 2029 bukan hanya mempertahankan suara yang sudah ada, tetapi bagaimana meningkatkan daya saing dan memperluas basis dukungan masyarakat,” ujar Kaka Rustam.
Menurutnya, salah satu agenda strategis yang perlu terus didorong adalah peningkatan capaian kursi legislatif di setiap daerah pemilihan. PKS Sulteng memiliki ambisi untuk menembus target satu kursi di setiap dapil, sekaligus meningkatkan posisi partai dalam jajaran kekuatan politik utama di daerah.
Kaka Rustam, menegaskan pencapaian target tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kerja politik yang terencana, penguatan struktur partai hingga tingkat bawah, serta kemampuan membaca kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Kerja pemenangan harus dimulakan jauh sebelum tahapan pemilu. Struktur harus kuat, kader harus hadir di tengah masyarakat, dan seluruh potensi harus dipetakan dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan elektoral tidak semata-mata dibangun melalui momentum kampanye. Kedekatan kader dengan masyarakat dan konsistensi dalam menghadirkan pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Karena itu, BP3 PKS Sulteng mendorong seluruh elemen partai untuk bekerja secara kolaboratif, memperkuat struktur, meningkatkan kapasitas kader, serta mengoptimalkan berbagai program pelayanan masyarakat.
“Politik bagi kami bukan hanya soal mendapatkan suara saat pemilu. Yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran partai dirasakan masyarakat melalui kerja nyata dan pelayanan,” ujar kaka Rustam lagi.
Di luar aktivitas politiknya, Rustam dikenal sebagai sosok yang memiliki hobi traveling. Kegemarannya menjelajahi berbagai tempat menjadi salah satu aktivitas yang dilakukannya untuk menyegarkan pikiran di tengah kesibukan menjalankan amanah organisasi.
Di lingkungan keluarga, Rustam juga dikenal sebagai sosok ayah yang hebat, yang berupaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab organisasi, aktivitas politik, dan peran dalam keluarga.
Dengan pengalaman dan evaluasi dari pemilu sebelumnya, Rustam berharap PKS Sulteng mampu melakukan lompatan politik pada 2029.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita siap naik kelas, tetapi bagaimana seluruh potensi elektoral yang kita miliki bisa dikonsolidasikan menjadi suara nyata,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan kerja yang sistematis, struktur yang kuat, peningkatan kapasitas kader, serta konsistensi melayani masyarakat, target peningkatan elektoral PKS Sulawesi Tengah pada Pemilu 2029 dapat diwujudkan.(iyan)


