TOJO UNA-UNA – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muh. Wahyuddin, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) yang digelar pada Ahad, 14 Desember 2025. Kehadiran Wahyuddin didampingi Komisi organisasi dan kewilayahan MPW, Nu’man Hanafi, anggota BKAP Sabiin Sy Lanta dan rombongan pengurus DPW PKS Sulawesi Tengah.
Rakerda tersebut dihadiri seluruh unsur Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Tojo Una-Una, termasuk Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) yang juga Anggota DPRD Touna, Fadel Muhammad Lasawedi.
Mengawali sambutannya, Muh. Wahyuddin menegaskan bahwa kader dan kaderisasi merupakan sumber utama kekuatan politik PKS. Oleh karena itu, ia berharap pertumbuhan keanggotaan dapat terukur dan menunjukkan peningkatan yang jelas dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, setiap kali datang ke Tojo Una-Una, saya selalu melihat wajah-wajah baru. Kerja-kerja menambah keanggotaan ini adalah kerja yang melekat pada partai kita,” ujar Wahyuddin.
Selanjutnya Wahyuddin menegaskan PKS membutuhkan kader-kader yang siap meluangkan waktu, pikiran, bahkan harta untuk bersama-sama berjuang melalui jalur politik, demi menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Selain itu, Wahyuddin menekankan pentingnya menumbuhkan optimisme dan harapan di kalangan kader. Menurutnya, selama ada keinginan yang kuat dan kesungguhan, selalu ada jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT.
“Yang harus kita munculkan adalah optimisme. Masalah muncul ketika kita tidak punya harapan, karena kondisi itu membuat kita tidak mau bergerak, tidak mau mencari dan mengajak orang-orang,” jelasnya.
Sebagai contoh, Wahyuddin menyebutkan jumlah pemilih PKS di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Tojo Una-Una yang mencapai 1.688 suara. Menurutnya, jika hanya 10 persen saja dari jumlah tersebut dapat dijangkau dan dibina secara aktif, maka itu sudah menjadi kekuatan besar, meskipun baru dari satu dapil.
“Kalau kita tahu orangnya, kita silaturahmi dan ajak. Itu baru satu dapil. Artinya, ketika kita bersemangat, Allah akan menunjukkan jalannya,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Wahyuddin menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan tindak lanjut dari kerja kader dan kaderisasi. Ia menyebut, kerja-kerja tersebut pada akhirnya akan bermuara pada penguatan struktur partai dan hasil maksimal dalam kontestasi pemilu mendatang.


