JAKARTA – Sejak Ahad (2 November 2025) hingga Rabu, seluruh anggota Fraksi PKS DPRD Sulteng, mengikuti Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) yang dilaksanakan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, mengatakan bahwa Bimteknas dilaksanakan DPP PKS, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan pejabat publik PKS yang terdiri dari Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten dan Kota, serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Indonesia.
“Bimteknas ini, diikuti bukan hanya anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan Kota serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Indonesia,”ungkap Bunda Wiwik, sapaan akrabnya.
Mengutip penjelasan Ketua Panitia Bimteknas, Ketua Panitia yang juga Ketua DPP PKS Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai, Muhammad Iqbal bahwa Kegiatan Bimteknas, merupakan hasil kolaborasi dari Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai, Badan Pembinaan Pejabat Publik, dan Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wilayah serta Fraksi PKS DPR-RI.
“Acara ini terlaksana berkat kerjasama tiga bidang dan badan sekaligus. Ini adalah sebuah model baru di DPP, bagaimana kita bekerja kolaborasi,” ujar Bunda Wiwik, mengutip Muhammad Iqbal.
Bimteknas kali ini terdiri dari tiga acara paralel untuk pemimpin daerah dan DPRD, anggota dewan, dan istri kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Sementara itu, dalam pembukaan Presiden PKS Almuzammil Yusuf memberikan sambutan sekaligus membuka acara, berbicara soal kereta cepat Whoosh yang belakangan ramai diperbincangkan. Dia mengatakan PKS sudah memberikan kritik terkait Whoosh.
“Oleh karena itu, tidak heran pada periode lalu ketika program kereta cepat Jakarta-Bandung. Kita PKS, memberikan kritik yang konstruktif catatan meminta pansus,” ujar Muzammil dalam sambutannya.
Dia mengatakan PKS sudah mengingatkan agar dana APBN berfokus pada prioritas masyarakat. Menurutnya, Whoosh saat ini menjadi perdebatan.
“Jangan sampai yang digunakan dana APBN, agar dana pemerintah fokus pada hal-hal yang prioritas masyarakat, kesehatan, pendidikan, shelter masyarakat,” jelasnya.
“Hari ini menjadi perdebatan apa yang kita ingatkan periode lalu, hari ini menjadi perdebatan. Itu artinya sudah benar apa yang telah kita lakukan, insyaallah,” tambahnya.
Muzammil menyebut PKS merupakan satu-satunya partai yang mengkritik Whoosh dan IKN. Dia menyebut IKN gagal dalam perencanaan matang.
“Dan ketika bicara IKN dalam kereta cepat kita satu satunya melakukan penolakan pada hal tersebut. Karena IKN gagal dalam perencanaan yang matang dan inklusif cacat formil sekarang pihak barat menyoroti berbagai pihak menyoroti apa yang terjadi di IKN hari ini,” ucapnya.
Menurutnya PKS telah memberikan kritik yang kritis, konstruktif dan bertanggung jawab. “Artinya apa yang kritik adalah sesuatu yang kritis konstruktif bertanggung jawab dokumentatif. Kita ingin seperti itu menyampaikan berbagai kritik bukan menyebar terkenal di medsos karena kita punya pertanggungjawaban habluminallah habluminannas,” tutupnya.(hnf)


