Tulisan Abdul Rasyid,SH
(Ketua DPD PKS Donggala)
Teringat Film Terminator yang di sutradarai James Camoron baik secuel Pertama hingga yg terakhir, cerita tersebut menggambarkan bagaimana kecanggilan teknologi justru menjadi musuh yg nyata bagi umat manusia. Film fiksi ilmiah tersebut menjadi gambaran masa depan, bahwa masyarakat, khususnya para ilmuan sudh memprediksi “potensi” kecanggihan terhadap eksistensi umat manusia.
Para filsuf barat maupun timur (penganut Post-Modernisme) telah mencetuskan kegelisahan eksistensial tersebut. Manusia yang awalnya “merasa jumawa” dalam balutan rasionalitas telah tersungkur pada kenyataan pahit dunia modern bahwa Manusia semakin terasing dengan diri dan dunianya.
Kenyataan yang mereka buat sebagai jalan mempermudah akses produksi kini telah menghantam balik “keselamatan” manusia. Dulu teknologi menjadi kampanye kemajuan, semakin menguasai teknologi maka dinyatakan sebagai manusia modern bahkan adidaya.
Lambat laun apa yang telah diperingatkan oleh James Cameron melalui filemnya (1984) mulai nampak nyata, kecanggihan Artificial Intelegence (AI) mulai memperlihatkan eksistensinya, dan manusia mulai kehilangan “kendalinya”. Teknologi yang dibuat untuk mempermudah sekaligus telah memberi potensi ancaman.
Dunia sudah semakin sulit memisahkan yg nyata dan yg maya. AI mulai menggeser paran manusia sebagai central “pengetahuan”. Manusia perlahan tidak percaya diri berhadapan dengan AI yang “maha tahu”. Semua dipaksa beradaptasi denganya.
AI menjadi “pembenar baru” karena telah menjadi central pengetahuan. AI menjadi pelayan keinginan manusia yang tidak terbatas, disaat yang sama AI perlahan menjadi penentu kemana arah peradaban dunia.
Jadi apakah teknologi AI menjadi Berkah atau Ancaman???
Walllahu ‘alam bisshawab
Dari Sudut Lapangan Persido
6 Oktober 2025


